RSS

NetMeeting

NetMeeting adalah aplikasi bawaan Microsoft Windows yang digunakan untuk berkomunikasi antar jaringan Local Area Nework (LAN). Aplikasi netmeeting berbasis client server dan mendukung VOIP (Voice Over Internet Protocol). Netmeeting mendukung untuk sharing program, chatting seperti yahoo messenger dan yang paling utama dapat berkomunikasi seperti telepon yang dilengkapi dengan fasilitas gambar. Karena mendukung teknologi VOIP, maka netmeeting dapat dilalui trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP sendiri adalah merupakan jaringan komunikasi data yang berbasis packet-switch, artinya data yang hendak dikirim melalui jaringan IP diubah bentuknya menjadi paket-paket bit. Standarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP adalah jenis protokol H.323 yang dalam perkembangannya telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya seperti PSTN, sehingga saat ini user Netmeeting dapat menghubungi orang lain yang menggunakan telepon seluler maupun telepon rumah/konvensional.
Prinsip kerja Netmeeting hampir sama seperti telepon tradisional. Setiap user Netmeeting diberikan nomor dial yang sudah standar dan id kontak name yang setiap usernya berbeda-beda agar tidak terjadi salah panggil atau tabrakan. Pada awalnya user harus mendaftar dulu ke gatekeeper caranya dengan melakukan log-on setiap kali memulai aplikasi Netmeeting dan ini bisa difungsikan secara automatis. Gatekeeper mencatat IP, nomor dial, dan id kontak dari setiap user yang telah log-on. Selanjutnya user siap melakukan koneksi komunikasi, baik itu di panggil atau memanggil user lain. Gatekeeper adalah suatu alat/software yang berisi database pemetaan IP dengan no telepon analog. Gatekeeper ini bertugas melakukan pemetaan terhadap semua informasi dari user yang aktif misalnya Nomor IP komputer user, id kontak name, nomor dial, dan segala aktivitasnya (dihubungi/menghubungi atau sedang melakukan hubungan komunikasi).
Komunikasi jaringan dengan NetMeeting meliputi :
1. Chat
     Ini adalah komunikasi yang paling utama dan dibutuhkan dalam sebuah jaringan.
2. Call
    Selain chatting, user juga dapat melakukan obrolan atau psan melalui telepon.
3. Transfer Files
    Untuk berbagi data melalui jaringan LAN.
4. WhiteBoard
    Merupakan fasilitas untuk menggambar atau coretan tangan lewat jaringan.
5. Share Program
    Fasilitas ini digunakan untuk men-share program ke komputer lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perkembangan Demokrasi di Indonesia


A.    Pengertian Demokrasi
Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “demokratía” yang berarti “kekuasaan rakyat”,  yang dibentuk dari kata demos "rakyat" dan kratos "kekuasaan". Istilah ini merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).
Berbicara mengenai demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ini adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi  adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu.
Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik. Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak.
B.     Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Sebelum Reformasi
Indonesia setidaknya telah melalui empat masa demokrasi dengan berbagai versi. Pertama adalah demokrasi liberal dimasa kemerdekaan. Kedua adalah demokrasi terpimpin, ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan mendeklarasikan demokrasi terpimpin. Ketiga adalah demokrasi Pancasila yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto. Keempat adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi.
Kelebihan dan kekurangan pada masing-masing masa demokrasi tersebut pada dasarnya bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita. Demokrasi liberal ternyata pada saat itu belum bisa memberikan perubahan yang berarti bagi Indonesia. Namun demikian, berbagai kabinet yang jatuh-bangun pada masa itu telah memperlihatkan berbagai ragam pribadi beserta pemikiran mereka yang cemerlang dalam memimpin namun mudah dijatuhkan oleh parlemen dengan mosi tidak percaya. Sementara demokrasi terpimpin yang dideklarasikan oleh Soekarno (setelah melihat terlalu lamanya konstituante mengeluarkan undang-undang dasar baru) telah memperkuat posisi Soekarno secara absolut. Di satu sisi, hal ini berdampak pada kewibawaan Indonesia di forum Internasional yang diperlihatkan oleh berbagai manuver yang dilakukan Soekarno serta munculnya Indonesia sebagai salah satu kekuatan militer yang patut diperhitungkan di Asia. Namun pada sisi lain segi ekonomi rakyat kurang terperhatikan akibat berbagai kebijakan politik pada masa itu.
Lain pula dengan masa demokrasi Pancasila pada kepemimpinan Soeharto. Stabilitas keamanan sangat dijaga sehingga terjadi pemasungan kebebasan berbicara. Namun tingkat kehidupan ekonomi rakyat relatif baik. Hal ini juga tidak terlepas dari sistem nilai tukar dan alokasi subsidi BBM sehingga harga-harga barang dan jasa berada pada titik keterjangkauan masyarakat secara umum. Namun demikian penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) semakin parah menjangkiti pemerintahan. Lembaga pemerintahan yang ada di legislatif, eksekutif dan yudikatif terkena virus KKN ini. Selain itu, pemasungan kebebasan berbicara ternyata menjadi bola salju yang semakin membesar yang siap meledak.
C.    Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Setelah Reformasi
Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie. Akhir milenium kedua ditandai dengan perubahan besar di Indonesia. Rejim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun yang dipimpin oleh Soeharto akhirnya tumbang. Demokrasi Pancasila versi Orde Baru mulai digantikan dengan demokrasi dalam arti sesungguhnya. Hanya saja tidak mudah mewujudkan hal ini, karena setelah Soeharto tumbang tidak ada kekuatan yang mampu mengarahkan perubahan secara damai, bertahap dan progresif. Yang ada justru muncul berbagai konflik serta terjadi perubahan genetika sosial masyarakat Indonesia. Hal ini tak lepas dari pengaruh krisis moneter yang menjalar kepada krisis keuangan sehingga pengaruh depresiasi rupiah berpengaruh signifikan terhadap kehidupan ekonomi rakyat Indonesia. Inflasi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat berpengaruh kepada kualitas kehidupan masyarakat. Rakyat Indonesia sebagian besar masuk ke dalam sebuah era demokrasi sesungguhnya dimana pada saat yang sama tingkat kehidupan ekonomi mereka justru tidak lebih baik dibandingkan ketika masa Orde Baru.
Demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia memperlihatkan beberapa kemajuan dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pemilihan umum dengan diikuti banyak partai adalah sebuah kemajuan yang harus dicatat. Disamping itu pemilihan presiden secara langsung yang juga diikuti oleh pemilihan kepala daerah secara langsung adalah kemajuan lain dalam tahapan demokratisasi di Indonesia. Diluar hal tersebut, kebebasan mengeluarkan pendapat dan menyampaikan aspirasi di masyarakat juga semakin meningkat. Para kaum tertindas mampu menyuarakan keluhan mereka di depan publik sehingga masalah-masalah yang selama ini terpendam dapat diketahui oleh publik. Pemerintah pun sangat mudah dikritik bila terlihat melakukan penyimpangan dan bisa diajukan ke pengadilan bila terbukti melakukan kesalahan dalam mengambil suatu kebijakan publik.
Jika diasumsikan bahwa pemilihan langsung akan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik, maka seharusnya dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan mengalami peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Namun sayangnya hal ini belum terjadi secara signifikan. Hal ini sebagai akibat masih terlalu kuatnya kelompok yang pro-KKN maupun anti perbaikan.
Contoh-Contoh Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada era Reformasi
1.      Pemilu 2004 adalah pemilu pertama sejak Indonesia merdeka yang dilaksanakan secara langsung, dalam arti masyarakat Indonesia dapat memilih Capres (Calon Presiden) dan Cawapres (Calon Wakil Presiden) dan memilih anggota legislatif secara langsung. Peserta pemilu legislatif tahun 2004 sebanyak 24 partai dan dimenangkan oleh Partai Golongan Karya, sedangkan peserta Pilpres (Pemilihan Presiden) sebanyak 5 pasangan dan dimenangkan oleh pasangan SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla). Pemilu 2004 adalah salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada era reformasi karena dilaksanakan secara bersih dan demokratis.
2.      Melaksanakan kampanye terbuka pada tahun 2009, KPU memutuskan untuk mengadakan Kampanye Terbuka, yang dimana para kompetitor mempunyai jadwal yang ketat dalam berkampanye dalam waktu yang singkat. Hal ini merupakan salah satu contoh pelaksanaan demokrasi. Namun hal ini juga tidak lepas dari banyak kekurangan, seperti panitia dengan kinerja buruk, cuaca tidak mendukung, para perusuh dari partai lain. Mestinya di dalam Kampanye Terbuka, hal ini harus di hilangkan secara permanen agar menciptakan demokrasi.
3.      Semua golongan bisa menjadi caleg hanya dengan modal nekat dan berani, para pengangguran yang biasa kerja free lance jadi tukang becak, satpam, tiba-tiba di panggil oleh para anggota parpol agar menjadi CALEG.
4.      Demonstrasi atau unjuk rasa diperbolehkan asal secara tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Perwakilan dari pendemo wajib melaporkan tentang jumlah anggota pendemo, lokasi demonstrasi, atribut yang dipakai kepada pihak kepolisian sebelum unjuk rasa dilaksanakan. Hal ini adalah salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di era reformasi karena kita tahu unjuk rasa adalah hal yang dilarang pada masa pemerintahan Orde Baru.
5.   Pemilihan kepala daerah secara langsung mulai dilakukan pada masa pemerintahan sekarang, sebelumnya kepala daerah dipilih atau ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri. Hal ini adalah salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di era reformasi karena dengan Pilkada secara langsung, kepala daerah yang terpilih adalah pilihan rakyat bukan pemerintah.
6.      Kebebasan pers media cetak maupun elektronik mulai timbul sejak lengsernya dinasti orde baru, dalam hal ini pers dapat bebas berpendapat dan mengkritik kinerja pemerintah jika kinerjanya buruk. Hal ini adalah salah satu contoh pelaksanaan demokrasi di era reformasi karena pada masa Orde Baru, pers tidak mendapat kebebasan berpendapat dan dilarang mengkritik kinerja pemerintah. Sebagai contoh, beberapa media cetak pada masa Orde Baru ditutup secara paksa karena dinilai mengkritik dinasti Soeharto.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Kerja Processor


Bagaimana cara kerja processor dalam memproses sebuah aplikasi ?
Processor terdiri dari dari 4 elemen yang melakukan operasi terhadap data, yaitu instruksi, petunjuk instruksi, beberapa register dan ALU (Arithmetic Logic Unit). Petunjuk instruksi akan memberi tahu processor dimana instruksi dari sebuah aplikasi diletakkan di memori.
Cara processor melakukan tugas : penunjuk instruksi mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah instruksi. Fetch kemudian menangkap instruksi tersebut dan memberikannya ke dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut.
ALU kemudian mengerjakan perintah yang diminta instruksi : menambah data, membagi data, atau memanipulasi data yang ada. Setelah processor menerjemahkan dan mengerjakan instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap instruksi berikutnya di memori. Proses ini berlangsung terus menerus, dari satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit, untuk menciptakan hasil yang dapat dilihat di monitor.
Untuk meyakinkan semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan processor. Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik untuk menentukan langkah yang harus dikerjakan processor. Pulsa tersebut diukur dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang dikenal sebagai ukuran kecepatan processor. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat kerja processor. 
Bagaimana cara kerja processor dalam memproses banyak aplikasi ?
Untuk meningkatkan kinerja komputer, pembuat chip processor menempatkan sebuah arithmetic logic unit (ALU) di dalam processor. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah.
Sebagai tambahan multiple ALU, kemudian diintegrasikan Floating Point Unit ke dalam processor. FPU ini menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu, ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk meningkatkan kinerja.
Processor juga menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu dengan lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang terpisah, sebagai contoh, fetching dan dekoding sebuah instruksi. Sebenarnya processor harus menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang terpisah tersebut.
Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat kerja pemrosesan.
Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja processor adalah dengan memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif, yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di dapat; dan penyelesaian tanpa mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi tidak berdasarkan urutan normal.
Bagaimana processor membagi tugas dalam menjalankan banyak aplikasi ?
Pemrosesan instruksi dalam processor dibagi atas dua tahap, Tahap-I disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute. Tahap-I berisikan pemrosesan processor dimana Control Unit mengambil data dan/atau instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan processor dimana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke main-memory untuk ditampung di RAM, setelah Instruction Fetch dilakukan. Waktu pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II disebut waktu siklus mesin (machine cycles time).
Penghitung program dalam processor umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian, beberapa instruksi dalam processor, yang disebut dengan instruksi lompatan, mengizinkan processor mengakses instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini disebut juga percabangan instruksi (branching instruction).
Cabang-cabang instruksi tersebut dapat berupa cabang yang bersifat kondisional (memiliki syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah cabang yang bersifat non-kondisional selalu berpindah ke sebuah instruksi baru yang berada di luar aliran instruksi, sementara sebuah cabang yang bersifat kondisional akan menguji terlebih dahulu hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat apakah cabang instruksi tersebut akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji untuk percabangan instruksi disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.
Penjadwalan CPU adalah dasar dari multi programming sistem operasi. Cara kerja dari penjadwalan CPU adalah men-switch CPU diantara proses yang dikerjakan.
Penjadwalan CPU terjadi apabila :
a)      Proses berubah dari running state ke waiting state.
b)      Proses berubah dari running state ke ready state.
c)      Proses berubah dari waiting state ke ready state.
d)     Proses terminates.
Jenis-Jenis Antrean (queue) :
a)      Job queue adalah kumpulan semua proses dalam system.
b)      Ready queue adalah kumpulan semua proses dalam main memory (memory utama), ready, waiting untuk diekseskusi.
c)      Devices queue adalah kumpulan proses yang menunggu (waiting) untuk I/O devices.
Penjadwalan CPU memiliki 3 jenis yaitu :
a)      Long-Term Scheduler adalah pemilihan proses yang akan dibawa ke antrean ready (ready queue).
b)      Short-Term Scheduler adalah pemilihan proses yang akan dieksekusi berikutnya dan Mengalokasikan CPU.
c)      Medium-Term Scheduler adalah Proses yang terkena swaping.
 Bagaimana processor membedakan suatu aplikasi dengan aplikasi lainnya ?
Sebuah komputer akan bekerja apabila mendapat instruksi-instruksi yang dikemas dalam sebuah program. Processor dari sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang menggunakan instruksi-instruksi yang dapat dikenalinya. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai instruksi mesin (machine instruction) atau instruksi komputer (computer instruction). Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi processor disebut set instruksi (instruction set) CPU. Instruksi mesin ini berupa kode-kode biner.
Semua bahasa pemrograman, baik bahasa assembler maupun bahasa tingkat tinggi yang digunakan akan diubah menjadi bentuk kode biner oleh sebuah compiler yang biasanya sudah tersedia dalam sebuah bahasa pemrograman, kemudian disimpan dalam memory program.   
Ketika program aplikasi dipanggil oleh user dan dijalankan, processor akan mengenali aplikasi tersebut berdasarkan kode-kode biner yang tersimpan didalam set instruksi. Setiap program aplikasi memiliki kode-kode biner dan set instruksi yang berbeda satu sama lain sesuai dengan program aplikasinya. Jadi processor dapat membedakan antara satu aplikasi dan aplikasi lain berdasarkan kode-kode biner  pada set instruksi aplikasi tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Menggunakan Arary dan Record

Pemrograman Dasar - Tugas Mandiri 2
Kode program menggunakan array dan record untuk input data barang dan menampilkan hasil input dalam tabel daftar barang.

Syntax Program :
-------------------------------------------------------------------------------------------------

program dewi_kusuma;
uses wincrt;
type tb_barang = record
                   kode_brg : string;
                   nama_brg : string;
                   jml_brg  : longint;
                   hrg_beli : longint;
                   hrg_jual : longint;
                 end;

var barang   : array [1..50] of tb_barang;
    i,n      : integer;
    tot_brg,jml_beli,jml_jual,tot_beli,tot_jual,untung : longint;

procedure input_barang;
begin
     for i:=1 to n do
          with barang[i] do
          begin
               writeln ('Barang ',i);
               write ('Kode Barang       : ');
               readln (kode_brg);
               write ('Nama Barang       : ');
               readln (nama_brg);
               write ('Jumlah Barang     : ');
               readln (jml_brg);
               write ('Harga Beli Satuan : ');
               readln (hrg_beli);
               write ('Harga Jual Satuan : ');
               readln (hrg_jual);
               writeln;

               tot_brg:=tot_brg+jml_brg;
               jml_beli:=jml_brg*hrg_beli;
               jml_jual:=jml_brg*hrg_jual;
               tot_beli:=tot_beli+jml_beli;
               tot_jual:=tot_jual+jml_jual;
               untung:=tot_jual-tot_beli;
          end;    
end;

procedure tampil_data;
begin
     writeln (' ------------------------**** DAFTAR STOK BARANG ****------------------------');
     writeln;
     writeln ('  ____________________________________________________________________________');
     write ('KODE':7);
     write ('NAMA BARANG':16);
     write ('JUMLAH':16);
     write ('HARGA BELI':18);
     writeln ('HARGA JUAL':20);
     writeln ('  ____________________________________________________________________________');

     for i:=1 to n do
         with barang[i] do
         begin
              writeln (kode_brg:6,nama_brg:15,jml_brg:16,hrg_beli:18,hrg_jual:20);
              writeln ('  ____________________________________________________________________________');
         end;
end;

begin
     writeln (' -------------------------**** INPUT STOK BARANG ****-------------------------');
     writeln;
     write ('Jumlah Barang : ');
     readln (n);
     writeln;
     input_barang;
     clrscr;
     tampil_data;
     writeln;
     writeln ('  Total Barang     : ',tot_brg);
     writeln ('  Total Pembelian  : ',tot_beli);
     writeln ('  Total Penjualan  : ',tot_jual);
     writeln ('  Keuntungan       : ',untung);
     writeln;
     writeln;
     writeln ('                                              Created by :');
     writeln ('                                              Dewi Kusuma Wardani | 3105111338');
end.

-------------------------------------------------------------------------------------------------


Hasil Ekseskusi Program :














Download kode program klik disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS